Jangan Lupakan

Mencatat Kembali Hal-Hal yang Dianggap Tidak Penting

Arsip untuk April, 2009

Memandikan Kuda

Posted by janganlupakan pada 18 April 2009

tukang-kuda-mandiiin-kuda-2Melong, Cimahi Selatan, perbatasan dengan Kota Bandung, tidak jauh dari Base Camp Jangan Lupakan ada sebuah tempat yang menampung sekitar 25 ekor kuda. Kuda-kuda tersebut adalah kuda untuk dijual, dengan berbagai macam jenis, ada jenis kuda untuk balapan (pacuan), kuda untuk delman, sekedar peliharaan dll.

Beberapa kuda sambil menunggu ada yang membeli, ditugaskan juga ‘sebagai’ delman. “Hitung-hitung latihan dan supaya tidak makan gaji buta,” ujar sang pemilik tentang kuda-kudanya itu yang dipekerjakan menjadi alat transportasi alternatif di daerah pinggiran kota tersebut.

Menurut si pemiliknya, kuda-kuda tersebut adalah kuda dari NTT. Harganya bervariasi antara 4 – 7 juta rupiah. Karena kuda untuk dijual inilah maka kuda-kuda disini dirawat dengan baik termasuk kebiasaan mandi pagi.

Deni Andriana /

Ditulis dalam Foto | Bertanda: , , | 1 Komentar »

Museum Konferensi Asia Afrika

Posted by janganlupakan pada 10 April 2009

museum-kaa-2-deniborinBagi yang belum pernah berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika di Jl. Asia Afrika No. 65 Bandung, semoga informasi ini bisa ikut menjelaskan tentang museum yang menjadi saksi pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 silam ini.Di museum yang menjadi salah satu icon di jantung kota Bandung ini, terdapat berbagai fasilitas yang bisa dikunjungi, dipelajari dan dinikmati oleh para pengunjungnya, diantaranya adalah :

  1. Ruang Pameran Tetap
  2. Ruang Utama Gedung Merdeka
  3. Diorama KAA 1955
  4. Ruang Perpustakaan
  5. Ruang Audiovisual
  6. Wahana Multimedia Interaktif

Museum ini buka : Senin – Jumat – Pkl. 08.00 s/d 15.00 WIB – Mengenai informasi lebih lanjutnya silahkan kunjungi websitenya di  www.asianafrican-museum.org.

Deni Andriana

Ditulis dalam Foto | Tinggalkan sebuah Komentar »

“Charity Of Love” for Situ Gintung Victim

Posted by janganlupakan pada 8 April 2009

Selasa, 7 April 2009.
Bencana jebolnya Situ Gintung membawa duka mendalam bagi para korban dan masyarakat indonesia. Kado perih diterima menjelang pesta demokrasi (PEMILU) negara ini. Walau bencana lain datang berganti, duka situ gintung masih terasa pada anak-anak Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba. Bem Fikom Unisba mengadakan acara penggalangan dana untuk para korban Situ Gintung dengan tema “Charity of Love for Situ Gintung Victims”

Pada awalnya acara ini dilakukan secara mendadak yaitu dilakukan kurang lebih 1 minggu persiapan. Sungguh luar biasa semangat kawan-kawan Bem Fikom ini, karena dapat mendatangkan band-band lokal bandung maupun band Nasional. Band yang mengisi acara ini yaitu Secondcivil, The Arians, GoodBy Lenin, Apple, Virgy, tortuga, aulet, jack & sally, fortuna, Z U, SuperKidz, Amy, Rudi, Zaki dari 4 peniti, Dygta (salah satu band yang memiliki nama secara Nasional) dan Numero (juara 1 dalam pemilihan Dream band yang diadakan oleh stasiun tv swasta negeri ini)

Memang secara apresiasi sangat dapat diterima oleh panita, karena dengan semangat tolong menolong itu, mereka sanggup mendatangkan para musisi itu tanpa bayaran sepeserpun.
karena acara ini mengandalkan jejaringan pertemanan untuk melobi dan para anggota mereka agar andil tanpa ada bayaran. “bayaran itu adalah semangat kita mengerjakan dan untuk mendapatkan pengalaman yang dipakai dimasa depan”ungkap Levana Humas dalam acara tersebut.
Menurut Keterangan Humas acara, penggalangan dana ini dilakukan dengan tiketing yang semua hasilnya itu akan disumbangkan.
Selain itu, dana juga dilakukan dengan menjemput bola pada orang yaang ingin menyumbang, baik penonton, mahasiswa, dosen dan orang-orang yang ada di civitas kampus.
Dari semua dana yang terkumpul itu, pada tanggal 8 akan diserahkan langsung oleh perwakilan Bem Fikom Unisba. Baik Uang tunai, baju, buku dan lain lain itu untuk para korban

Ditulis dalam Feature | Tinggalkan sebuah Komentar »

MailBox

Posted by janganlupakan pada 5 April 2009

boxmovie-deniborin_multiply_com“Tak selalu tanya itu harus dengan jawab,” begitulah kalimat terakhir yang dapat ditemukan di film karya Mahasiswa Jurnalistik Unisba angkatan 2003 ini.

Judul       : MailBox
Produksi : Box Movies
Tahun     : 2005
Genre     : Drama
Durasi     : 37 menit

Sinopsis

Mengisahkan lika-liku seorang mahasiswa jurusan jurnalistik bernama Ismail (Mail), yang tengah menghadapi banyak masalah dalam hidupnya. Diantaranya : masalah dengan kuliahnya, dimana Ia sudah tidak mampu lagi membayar hingga terancam tidak bisa melanjutkan studinya. Lalu masalah dalam keluarganya, diamana ayah dan ibunya tidak pernah bisa bersatu. Ditambah dengan masalah dengan sang kekasih yang meninggalkannya tanpa pesan sedikitpun, karena Ia dinilai lebih asyik dengan kegiatan jurnalistik dibandingkan kekasihnya sendiri.

Ayah Mail adalah seorang gay sedangkan ibunya adalah seorang pelacur. Sedari kecil Ia sudah miskin kasih sayang orang tuanya. Ketidaksengajaan, mungkin istilahnya adalah sebuah identitas kelahirannya di dunia ini. Seorang gay yang menanamkan benihnya dirahim seorang pelacur, itulah asal muasal Mail.

Menghadapi banyak masalah dalam hidupnya itu, Mail berusaha mencari jawaban namun Ia tidak menemukannya, hanya MailBox yang Ia dapatkan dari setiap hasil usahanya mencari jawaban tersebut.

“Tak selalu tanya itu harus dengan jawab,” begitulah kalimat terakhir yang dapat ditemukan di film ini.

Catatan :

- Diputar pada launching dan bedah film Mailbox di Student Center Unisba
- Diputar pada acara-acara organisasi lainnya di Unisba (Ospek, dll)
- Diputar dibeberapa seminar film di kota Bandung
- Diputar di TV Lokal Bandung S-TV, dll

Film ini adalah hasil karya mahasiswa Fikom Unisba Jurusan Ilmu Jurnalistik angkatan 2003, dari mulai pencarian dana, skenario, kru, pemain, hingga soundtrack (music). Dikerjakan dari bulan Juni – Agustus 2005.

Dalam penggarapannya dari mulai proses perencanaan awal, pematangan konsep, pencarian dana, syuting, editing hingga launching melibatkan hampir semua mahasiswa satu angkatan tersebut yang jumlahnya tidak lebih dari 40 orang (1 kelas) – jurusan jurnalistik Universita Islam Bandung (Unisba) pada angkatan 2003 khususnya, mahasiswanya memang paling sedikit dibandingkan jurusan Humas maupun Mankom di Fikom Unisba yang seluruhnya berjumlah 8-9 kelas.

Adu konsep, debat, bahkan konflik terbuka dan tertutup, susahnya melobi dana fakultas dan sponsor, cinta lokasi, hardisk rusak, cedera ringan, demam karena kehujanan, susahnya meminjam kamera, rumitnya perizinan tempat syuting, mewarnai penggarapan film ini, namun semuanya dapat teratasi berkat adanya saling pengertian, kerjasama dan rasa kekeluargaan satu sama lain. Semuanya dikerjakan tanpa iming-iming nilai ataupun IPK, karena film ini bukan tugas kuliah ataupun tuntutan dosen/orang lain, tapi berangkat dari keinginan untuk berekspresi dan sekaligus belajarnya anak-anak yang sebagian saat ini sudah berhasil menjadi sarjana ini. Hingga akhirnya ketika launching semuanya bisa dengan bangga mengatakan : “Inilah mahakarya dari anak jurnalistik Unisba angkatan 2003.”

doc_mailbox-deniborin_multiply_comProduser : Mahasiswa Jurnalistik Unisba 2003 Executive Producer : Deni Andriana Production Manager : Dedi Rahmat

Director : Rahmatul Firdaus Ass Director : Tri Ramadhy Script Writer : Indrianti Azhar Firdausi & Shinta Febriani Director of Photography : Aji Hermawan Cameraman : Aji Hermawan Scene Writer : Bestari Sugiwantarina Lighting : Ghusnul Thariq Editor : Aji Hermawan Music Illustator : Dedi Rahmat, Bestari Sugiwantarina Artistik : Rudi Rahmad, Johan Aliansyah, Dekika Dwi GW, Amanda F.A, Vanny Herawati, Desti Griherliani

Unit Kesekretariatan : Meita Ayuningtyas, Meila Yuskha Unit Keuangan : Eulis Cahya Tarbiyah Unit Konsumsi : Syarifah Unit Transportasi : Egi Wiyanti, R. Cerry, Kamaludin Malik Crew : Wachyu Riyono, Anggi Aprilia, Dina Suciana, Nadeera, Purwaningsih, Alfin, Nanda, Sumarno, Rosita

Actor –> Ismail Hendrawan : Yuda Adi Putra Ibu Mail : Egi Wiyanti Mayang : Indrianti Azhar F Roni Abdul Qodir : Tri Ramadhy Lolen Situmorang : Rahmatul Firdaus Tukang Koran : Rudi Rahmad Mpok Hindun : Dekika Dwi GW Dosen : Dodi Iskandar S.Sos

Ost : Riuh Siang Malam (by : Dedi Ramat), Luapan Emosi (by : Dedi Rahmat), Hinalah Hina (Lana Band)

Lokasi Syuting : Perumahan Cijerah, Kampus I Unisba Jl.Tamansari, Perempatan Jl. Cipaganti, Stasiun Kiara Condong, Jl. Asia Afrika, Jl.Padjajaran, Kantor Redaksi Radar Bandung (Dago), dll.

————————————–

Film ini bisa di lihat di youtobe. Karena panjang, jadi dibagi dalam 7 bagian, silahkan ikuti link dibawah :

  1. Bagian 1 = Klik –> MailBox 1
  2. Bagian 2 = Klik –> MailBox 2
  3. Bagian 3 = Klik –> MailBox 3
  4. Bagian 4 = Klik –> MailBox 4
  5. Bagian 5 = Klik –> MailBox 5
  6. Bagian 6 = Klik –> MailBox 6
  7. Bagian 7 = Klik –> MailBox 7

Deni Andriana

Ditulis dalam Resensi Indie | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.